Rabu, 31 Maret 2010

PERTEMUAN V (KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN)

* (Pertemuan kelima adalah lanjutan materi dari pertemuan pertama oleh Bp. Eko Harry Susanto)
PERTEMUAN V (KOMUNIKASI DAN PEMBANGUNAN)
Dosen : Bp. Eko Harry Susanto
Pembangunan, meskipun memiliki substansi yang lebih politis, tetapi biasanya tidak bisa dilepaskan dari unsur modernisasi.
*Pembangunan merupakan istilah yang lebih dekat dengan komunikasi politik bila di bandingkan dengan modernisasi (yang cenderung bebas nilai politis).

Rostow (1960 : 57) menyatakan bahwa,

“Pembangunan adalah sesuatu yang terus maju ,
dari suatu tahap yang primitif ke tahap yang lebih maju”.
Dalam upaya pembaharuan, McQuail (1987:97) dalam prinsipnya menyatakan, media paling baik digunakan secara terencana untuk menimbulkan perubahan dengan menerapkan dalam program pembangunan berskala besar.

Samuel P. Huntington (dalam Cyril E. Black, 1976 : 30),
"Modernisasi merupakan proses
bertahap dari tatanan yang primitif
dan sederhana menuju tatanan yang maju dan kompleks"
Modernisasi juga dapat dikatakan sebagai proses homogenisasi, yaitu proses penyeragaman (contohnya : gaya berpakaian, munculnya mal-mal dimana-mana, dsb.) dengan tendensi dan struktur serupa. Modernisasi cenderung sering disamakan dengan westernisasi. Kenapa? Karena western (Barat) dianggap sebagai negara maju, dan modernisasi adalah proses perubahan dari yang primitif ke tahap yang "maju", maka, negara-negara lain bila ingin dikatakan sebagai modern, maka "harus" mengacu pada keadaan di negara Barat. Bukankah lucu bila suatu proses dikatakan sebagai modernisasi dengan mengikuti budaya negara Timur (yang dianggap terbelakang), misalnya dengan memakai koteka di dalam kota???Karena western (Barat) dianggap sebagai negara maju, dan modernisasi adalah proses perubahan dari yang primitif ke tahap yang "maju", maka, negara-negara lain bila ingin dikatakan sebagai modern, maka "harus" mengacu pada keadaan di negara Barat. Bukankah lucu bila suatu proses dikatakan sebagai modernisasi dengan mengikuti budaya negara Timur, misalnya memakai koteka di dalam kota???
Modernisasi, lahir sebagai proses Eropanisasi dan Amerikanisasi atau dalam bentuk yang lebih konkrit adalah kebijaksanaan untuk melakukan industrialisasi dan model politik demokratis. Negara dunia ketiga sepenuhnya mencontoh pengalaman negara maju tanpa mengindahkan sejarah lokal masing-masing negara dunia ketiga (itu kecenderungannya). Modernisasi merupakan perubahan progresif (bertahap), sekalipun dalam prosesnya membawa akibat samping maupun korban modernisasi yang beraneka macam bahkan kadang-kadang sampai di luar batas kemanusiaan dan moral universal.
Schramm (1964) mengatakan peranan mass media dalam pembangunan nasional adalah sebagai agen pembaharuan (agent of social change). Mass media dipercaya sebagai esensi yang penting sekali untuk membantu mempercepat proses peralihan masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat yang modern.
McQuail (1987:97) dalam prinsipnya menyatakan,

"Media paling baik digunakan secara
terencana untuk menimbulkan perubahan
dengan menerapkann adalam program pembangunan berskala besar."
Daniel Lerner menggaris bawahi pula pengaruh-pengaruh lainnya dalam perubahan yang diakibatkan oleh media – massa. Media yang paling baik untuk menyebarkan informasi dan berpeluang untuk mendukung pembangunan di negara sedang berkembang adalah radio dan televisi (Schramm, 1977). Schramm menetapkan tiga fungsi media – massa dalam pembangunan yaitu :
1)Memberi tahu rakyat tentang pembangunan nasional dengan memusatkan perhatian mereka pada kebutuhan untuk berubah, kesempatan untuk menimbulkan perubahan, metoda dan cara menimbulkan perubahan, dan jika mungkin meningkatkan aspirasi;
2)Membantu rakyat berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan, memperluas dialog dan menjaga agar informasi mengalir baik keatas maupun kebawah.
3)Mendidik rakyat agar mempunyai kemampuan. Hal ini terkait sosialisasi, dalam hal ini tentu saja mendidik rakyat supaya mendapat informasi yang berguna untuk pembangunan bersama.
Menurut Rogers dan Shoemaker (1983 : 315-316), tindakan inovasi dalam pembangunan yaitu :
1)Membangkitkan kebutuhan untuk berubah;
2)Mengadakan hubungan dalam rangka perubahan;
3)Mendiagnosa permasalahan yang dihadapi masyarakat ;
4)Menciptakan keinginan perubahan di kalangan perubahan di kalangan klien
5)Merencanakan tindakan perubahan
6)Memelihara program pembaharuan & mencegah dari kemacetan;
7)Mencapai suatu terminal hubungan.

Komunikasi politik yang demokratis, tidak mendominasi dan bersifat koersif diperlukan dalam pembangunan. Namun karakteriustik yang merujuk kepada pola model paternalistik (berhubungan dengan orangtua/leluhur) masih melekat kuat di Indonesia. Akibatnya, tidak semua rakyat Indonesia berani untuk berpendapat beda terhadap pembangunan yang dikemas oleh para pengambil kebijakan dalam komunikasi politik.

***

0 komentar: