Kamis, 20 Mei 2010

Simbol dan Arsitektur

Simbol dan Arsitektur

Dosen : Eduard Tjahjadi

Secara Etymology symbol diambil dari kata:

symbolum (Latin)

symbolonσύμβολον (Greek/Jerman )

Yang berarti : Objek, gambar, tulisan, suara, atau tanda tertentu yang mewakili sesuatu yang lain oleh asosiasi, kemiripan, atau konvensi

Simbol merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan sesuatu yang telah berlangsung disemua kebudayaan sepanjang waktu atau mencerminkan intelektualitas, emosi dan spririt manusia.

Simbol juga memungkinkan terjadinya sebagian besar hubungan komunikasi manusia dalam bentuk tertulis maupun verbal, gambar ataupun isyarat dan merupakan bahasa universal lintas budaya dan zaman (David Fontana, The Secreat Language of Symbols, A Visual Key to Symbols and Their Meanings. Chronicle Books, San Francisco, 1994)

Simbol menurut Kenneth Burke described homo sapien as

"symbol-using, symbol making, and [a] symbol misusing animal"

Sekarang kita lanjut kepada penjelasan mengenai arsitektur.

Arsitektur diambil dari kata:

Architectura – Latin

arkitekton, ρχιτεκτονική – arkhitektonike – Greek

yang artinya :

kepala atau pemimpin dan pembangun atau tukang kayu (Τεκτονική) adalah :

seni dan ilmu merancang bangunan dan struktur fisik lainnya

Arsitektur, dalam definisi yang lebih luas yaitu meliputi semua kegiatan desain. Mulai dari level mikro (desain bangunan atau bangun-bangunan, kompleks bangunan, desain furnitur), sampai dengan ke tingkat makro (desain perkotaan: kawasan, bagian kota, arsitektur lansekap).

Saat ini, arsitektur dapat merujuk kepada aktivitas merancang sistem apapun dan sering digunakan dalam dunia TI. Contohnya merancang bangunan baik eksterior maupun interior dengan menggunakan aplikasi 3D max pada laptop atau PC.

Karya arsitektur sering dianggap sebagai :

karya seni

simbol politik dan budaya




Sejarah peradaban manusia sering diidentikkan dengan karya arsitektur yang masih ada sebagai bagian perjalanan peradaban manusia itu sendiri.

Arsitektur lahir dari dinamika antara :

Kebutuhan(tempat tinggal ,Keamanan ,ibadah, dll) ><>

Uraian sederhana berikut preseden, diharapkan dapat membantu memperjelas kualitas penting arsitektur sebagai tanda atau komunikasi. Artinya arsitektur sebagai tanda atau komunikasi (sebuah karya arsitektur yang memiliki arti yang dapat mengkomunikasikan sesuatu).

Vitruvius, arsitek Roma pada awal abad ke-1 Masehi berpendapat, bangunan yang baik harus memenuhi tiga prinsip (De architectura) :

firmitatis - utilitatis - venustatis

daya tahan - berdiri kokoh dan tetap dalam kondisi baik

utility - bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi orang-orang yang menggunakannya

keindahan - menyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka

Dalam banyak peradaban kuno, arsitektur dan urbanisme mencerminkan keterlibatan konstan dengan yang ilahi dan supernatural

Budaya tradisional melibatkan faktor-faktor yang bersifat : fisik, nonfisik

khususnya bersifat simbolik

Simbol-simbol digunakan untuk mengkomunikasikan makna susunan tertentu

(Gerbang dengan berhiaskan patung kuda di atasnya inilah yang menjadi lambang kemenangan. Dimana bangsa yang telah melewatinya adalah simbol dari bangsa yang meraih kemenangan).


Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah".

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu, yang mempresentasi dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.

Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas.

Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud).

Denah lantai berbentuk lingkaran.

Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana.

Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi.

Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang.

Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha

Kota-kota di Timur Tengah mempunyai suatu struktur yang bertentangan dengan bentuk-bentuk kota di Amerika Serikat

Organisasi kota-kota Muslim dan Yahudi lebih :

membatasi dan mengendalikan perilaku, dengan cara membatasi mobilitas, daripada meningkatkan pergerakan dan perhubungan lalu lintas

Kota-kotanya memiliki sejumlah besar distrik yang spesifik dalam hal etnik, religius, ataupun fungsi

contoh dari Amerika Utara:

Washington, Amerika Serikat: Sistem jaringan ini disusun secara teknis

nilai tertinggi ditempatkan pada mobilitas dan fieksibilitas (Amos Rapoport).

Simbol dan Arsitektur



Karya arsitektur sebagai simbol

kekuasaan

politik

kebangkitan/kejayaan kebangsaan

ekonomi

demokrasi

kemajuan teknologi

sustainability approach

Awal1661, Louis Le Vau (arsitek), Andre Le Notre (Lanskap arsitek), Charles Le Brun (pelukis dekorator), memulai pekerjaan renovasi dan perluasan istana yang ada.

Versailles resmi menjadi pusat pemerintahan pada tanggal 6 May 1682

Sedangkan bangunan-bangunan di Jakarta yang memiliki simbol adalah seperti:

Waterloo Plein – Lapangan Banteng

Patung Singa - Waterloo Plein

Patung Pembebasan Irian Barat - Lapangan Banteng

Monumen Nasional :

ü

luas areal : 80 hektar.

arsitek : Soedarsono dan Frederich Silaban

konsultan : Ir. Rooseno

mulai dibangun Agustus 1959,

diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno.

resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Tujuan pembagunanan tugu : mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945. Terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Bung Karno adalah seorang tokoh sejarah Indonesia yang memegang erat keyakinan untuk memberikan kebebasan beragama di Indonesia. Sehingga ia sengaja membuat bangunan mazjid dengan gereja katedral berdekatan.

Runtunya kejayaan (Simbol demokrasi)

-National Mall, Washington DC

-Reichstag (Bundestag), Berlin

-Bunderan HI, Jakarta


Bahkan saat ini bangunan di manfaatkan sebagai media beriklan. Saat ini banyak terjadi di hongkong.



Rabu, 12 Mei 2010

New Media & Social Media

.NEW MEDIA & SOCIAL MEDIA.
Oleh : Bpk. Suharjono (Managing Director Vivanews.Com)

***
"Media baru adalah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh dapat Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas dan media sosial adalah istilah yang mengacu pada penjelasan mengenai tipe media yang melingkupi dasar percakapan dan interaksi antar orang yang sedang online. Media disini dimaksudkan sebagai pengertian kata-kata digital, suara, gambara yang disampaikan lewat internet yang nilainya bisa secara budaya, sosial ataupun keuangan."


Berbicara tentang media selalu berbicara tentang informasi yang disajikannya, dan berbicara tentang informasi akan mengarah kepada para pengumpul informasi tersebut, yaitu "jurnalis" atau "wartawan". Sebelum tahun 1998, kebebasan pers cukup mengalami banyak hambatan di sana-sini. Informasi mengenai bidang politik khususnya, sangat jarang (bahkan tidak pernah) bisa ditayangkan. Seiring dengan reformasi dan masuknya sistem pemerintahan demokrasi yang berasaskan kebebasan berpendapat, seiring dengan itu pula media bangkit dan berkembang pesat karena arus informasi yang berkembang bebas. Demikian adalah alasan berkembangnya internet secara pesat dan diakui sebagai media baru yang akan menguasai pangsa media ke depannya :
1. Pengguna internet semakin banyak, bahkan pertumbuhannya mencapai 50 juta di tahun 2010, atau sebanyak 1/4 dari total jumlah penduduk Indonesia.
2. Tarif semakin murah, jaringan yang semakin luas, kekuatan infrastruktur yang berkembang, serta teknologi gadget terbaru membuat internet dapat diakses oleh hampir semua kalangan, internet bukan lagi "barang mahal" seperti saat awal kemunculannya. Bahkan, dikabarkan pada pertengahan tahun 2010 akan ada pembangunan infrastruktur penunjang internet yang akan semakin mempermudah dan mempermurah akses internet karena pemilik provider internet bekerjasama dengan bidang pendidikan.
3. Jaringan global, internet menembus ruang dan waktu. Bisa diaktifkan selama 24 jam, jarak yang jauh bahkan tidak terasa, ditambah lagi kekuatannya untuk mengirimkan berbagai data secara cepat, membuatnya menjadi media andalan di masa kini.
4. Teknologi mampu menampilkan semua jenis berita, gambar (flickr), musik (Imeem), video (youtube), semuanya ada dan mudah dicari di internet.
5. Iklan media online tumbuh pesat, biro iklan sekarang bahkan sudah membuat divisi tersendiri untuk bagian online, misalnya Admac dan Intersection. Dalam suatu pertemuan di Bali, ada satu kesimpulan tentang kekuatan media baru, yaitu, "kalau ingin mengenalkan 'Brand', Televisi adalah jawabannya... tapi ketika ingin melakukan pembelian, Internet lebih dipercaya." Namun demikian hal ini tidak selalu terjadi, tergantung dari tingkat prioritas masyarakat (Misalnya : mungkin saja masyarakat akan membeli kacang Garuda tanpa mencarinya di internet terlebih dahulu).

Berkaitan dengan penggunaan internet, adalah tentang trend akses mobile yang berkembang pesat, faktanya saat ini pengguna handphone (mobile) sudah mencapai 115 juta orang, melompat cepat dari 80 juta pada tahun 2008. Dengan demikian, akses internet semakin mudah dilakukan, terlebih lagi dengan penawaran dari provider handphone yang makin kompetitif, membuat internet sebagai kebutuhan penting di masa kini. Dalam internet terdapat banyak jenis aktivitas yang bisa dilakukan, namun saat ini, kekuatan internet sedang ditopang oleh situs-situs sosial, hal ini juga yang menjadikan new media sekaligus sebagai social media. Di Indonesia sendiri, top ten situs yang dikunjungi oleh masyarakat adalah situs dengan kekuatan sosial, bukan berita.(www.alexa.com/topsites/countries/ID)



New media juga menyangkut kepada hal-hal berikut ini :
1. Era baru jurnalisme, dengan internet, muncul citizen journalism (www.en.wikipedia.org/wiki/citizen_journalism), blogger, yang bebas berkreasi mengumpulkan informasi dan menyebarkannya.
2. Menyajikan semua jenis informasi, lewat internet, masyarakat bisa mengakses informasi apa pun yang diinginkannya, di mana pun, kapan pun, dalam bentuk apa pun.
3. Convergent journalism menjadi tren, kembali lagi, masyarakat banyak yang berperan sebagai "wartawan" dalam internet, mereka menyebarkan informasi (yang sayangnya belum tentu selalu benar) ke kalangan luas dengan begitu mudahnya.
4. Proses produksi cross media, bahkan sekarang setiap media cetak sudah memiliki situs mereka sendiri, media yang satu menopang media yang lain, ataukah memang sudah ada ketergantungan terhadap new media (internet)?



Dalam new media, daya tariknya yang paling kuat adalah arah komunikasinya, pengguna lah yang memegang kendali, mereka mencari sendiri informasi mereka (dengan mudah) dan dalam berkomunikasi lewat internet, bukan hanya 2 arah, tapi bisa semua arah, bisa propaganda, bisa feedback, semua tergantung pengguna. Everyone wants to take control. Itu lah mengapa internet menjadi kegemaran. Dalam internet, informasi yang ada bisa berupa komentar, blog, forum, citizen journalism, dan jejaring sosial (Facebook, Friendster, dll), informasi bisa datang dari siapa saja, aplikasi yang ringan membuat internet ramah pengguna.
"Siapa juga yang tidak tertarik apabila ada kesempatan untuk menjelajahi dunia, bertemu orang baru, mengetahui hal-hal unik, hanya dengan duduk, atau bahkan tiduran... dan membuka internet???"

Selasa, 04 Mei 2010

Fight Global Warming - Polar Bears

PERTEMUAN VIII-Lingkungan dan Media Massa

Oleh : Ibu Efi Maryani – Jakarta PostMiring





SLOGAN VS ISU PENTING

- 5 tahun terakhir, terutama sejak Conference of Partners 13 United Nations Frameworks Conference of Climate Change (UNFCCC) pada Desember 2007, di tandai engan munculnya film Al Gove Incovinient Truth, media massa dunia iklan dan Public Relations beramai-ramai mernagkul isu lingkungan , isu yang sebelumnya dianggap kurang seksi dibanding politik, Ham dan HIV/AIDS.

- Kesadaran masyarakat mengingkat dengan cukup cepat tapi banyak yang terbatas pada slogan saja.

- Contoh-contoh slogan Lets’s Go Green, mari menanam pohon, belanja pakai tas sendiri, produk ini ramah lingkungan.

- Tidak ada yang salah dengan slogan, tapi kalau hanya berhenti disana, tidak akan ada perubahan mendasar pada lingkungan yang saat ini sudah desepakati dunia, sudah rusak dan sedang bereaksi yang berdampak kurang baik pada manusia.

- Isu lingkungan yang sungguh penting dan menyangkut hidup semua umat manusia jauh lebih kompleks dari pada slogan-slogan.

- Isu saat ini berkisar di isu pemanasan global/perubahan iklim. Apa sih perubahan iklim? Apa saja yang sudah disepakati dunia yang menjadi penyebabnya?

- Temperatur dunia memanas setiap tahunnya, menyebabkan perubahan cuaca di beberapa tempat di dunia. Intinya seluru dunia mengalami perubhan pada pola cuaca. Musim dan cuaca tidak lagi bisa diramalkan dengan pola sebelumnya. Contoh: Abrasi, kutub mencair, pulau hilang/tenggelam).

- Di Indonesia, para ilmuwan meramalkan beberapa pulau besar akan mengalami cuaca ekstrem : kemarau yang lebih panjang dari biasanya, banjir besar dari musim hujan yang lebih pendek. Jawa, Sumatera dan Sulawesi akan mengalaminya. Kalimatan disebut-sebut sebagai pulau yang relative cukup aman.

- Apa penyebabnya? Pelepasan CO2 dan emisi lain yang merusak lapisan ozon yang melindungi bumi dan terik sinar matahari. CO2 muncul dari berbagai sumber, yang utama adalah dari bahan bakar berbasis fosil, seperti tanaman minyak bumi dan batu bara.


ISU LINGKUNGAN ABAD INI

- Mencari energi sungguh-sungguh ramah lingkungan (angin, matahari, geothermal).

- Menjaga hutan yang masih ada. Tiga Negara dengan hutan terbesar :Brazil, Republik Congo dan Indonesia.

- Mengurangi polusi udara dan air yang dipercaya bisa melepas emisi seperti CO2 dan metan ke udara. Contoh yang baik, yaitu Jepang : pabrik disana mempertanggung jawab atas limbah yang telah dikeluarkan.

- Mengurangi sampah yang juga menegeluarkan emisi.

- Menghemat air sebab air akan menjadi komoditi yang langka saat cuaca ekstrem menimpa manusia.

- Menghemat energi untuk mengurangi emisi dari fosil fuel.

- Mengubah gaya hidup dari yang boros menjadi yang lebih ramah lingkungan. Misalnya mengurangi daging karena peternakan intensif juga mengeluarkan emisi. Seperti Brazil dan Amerika : peternakan daging yang besar, Indonesia : kelapa sawit.


GREEN WASHING

- Saking ngetopnya isu lingkungan di dunia, banyak pihak memanfaatkannya untuk memperbesar keuntungan.

- Banyak produk dan perusahaan mengklaim bahwa pabriknya ramah lingkungan, bahwa produknya “green” (menjualnya lebih mahal pada konsumen yang ingin ramah lingkungan), tetapi ketika dipelajari, semua adalah bohong belaka.


PERAN MEDIA UNTUK LINGKUNGAN

- Media massa dan personilnya (wartawan Public Relations, praktisi Advertising) semua bertanggung jawab unutk menyebar informasi yang jujur dan benar mengenai lingkungan, sebab ini menyangkut nasib dunia, nasib orang banyak

- Pada praktiknya, wartawan adalah orang terdepan yang paling kritis di tengah situasi yang dimanfaatkan banyak orang. Dia juga harus menjadi yang pertama membela kebenaran. Nanti iklan dan public relations mengikuti dari belakang.

- Contoh situasi dimana wartawan (dan yang lain mengikuti) harus kritits:

● Produk-produk mengaku “Go Green”

● Acara-acara yang mengaku untuk lingkungan tetapi ternyata sponsornya sedang ramai dibicarakan merusak hutan primer di Indonesia. Contoh : Nestle dengan coklat kitkatnya, yang memakai kelapa sawit.


Carina

Rabu, 21 April 2010

PERTEMUAN VII - JURNALISME WARGA

PERTEMUAN VII - JURNALISME WARGA

Pembicara : Agus Sudibyo- Dewan Pers

Yang dimaksudkan dengan jurnalisme warga yaitu jurnalisme yang menempatkan warga sebagai subjek. Warga bukan merupakan objek dari kegiatan jurnalisme melainkan subjek dari kegiatan jurnalisme itu sendiri. Warga secara aktif partisipatoris terlibat dalam proses pencarian penyajian pengolahan informasi. Keterlibatan warga secara aktif dapat terlihat melalui dikusi. Medium dari jurnalisme warga itu sendiri yaitu:

- Radio/ TV dimana melalui medium ini dapat terjadi interaksi interaktif dengan audience.

- Audience mengirimkan rekaman video/audio kepada media TV/ radio misalnya pada kasus ketika terjadi tsunami di Aceh, saat itu video mengenai kejadian bukanlah video hasil dari wartawan yang terjun ke lapangan melainkan dari hasil rekaman amatir warga. Warga bisa menjadi informan dan wartawan.

- Online media memberikan kesempatan kepada pembaca untuk memberi komentar atas sebuah pemberitaan dan interaksi. Dengan melalui online maka feed back dapat diberikan secara langsung dan hal tersebut menjadikannya lebih interaktif.

- Blog, facebook, twitter sebagai forum komunikasi dan pertukaran informasi.

Fungsi media terbagi menjadi 2 yaitu sebagai ruang public dan sebagai institusi sosial.

1. Media sebagai ruang public

Media sebagai ruang public maksudnya adalah ruang yang hanya relevan untuk membicarakan urusan public atau dengan kata lain bahwa sebuah media yang mana yang membahas didalamnya adalah semua orang, masalah public atau yang menyangkut kepentingan umum dibahas bersama.

Membicarakan media sebagai ruang public maka muncul sebuah pertanyaan mengenai infotainment. Apakah infotainment menjalankan fungsi media sebagai ruang public? Hal tersebut menjadi pertanyaan karena yang disajikan melalui infotainment sebagian merupakan berita dan sebagian lagi bukan merupakan berita atau dengan kata lain bahwa terkadang yang disampaikan kepada public merupakan berita kepentingan public namun terkadang tidak ada hubungannya dengan public dan tidak perlu diketahui oleh khalayak ramai.

2. Media sebagai institusi sosial

Media (TV,radio, cetak dan online) menjalankan 2 fungsi sekaligus yakni:

- institusi sosial, didirikan untuk melayani masyarakat dengan memberikan berita atau informasi yang benar bagi masyarakat.

- Institusi bisnis, karena untuk membuatnya dibutuhkan modal dan media yang ada bertujuan untuk mencari keuntungan.

Karena menjalankan 2 fungsi diatas maka media dikatakan berwajah dua. Isi media sebagai ruang publik yaitu:

Berita (publik) bersifat informatif

Non berita (private) bersifat subjektif

- berita ( dalam berbagai format): soft news, hard news, hot news, straight news, indept, investigasi.

- opini: rubrik untuk orang luar menulis pendapat secara ilmiah.

- wawancara.

- surat pembaca: opini yang lebih pendek dan tidak harus ilmiah.

- talkshow.

- tajuk rencana: sikap media terhadap isu tertentu.

- iklan.

Parameter:

Parameter:

- nilai berita

- kepantasan ruang publik

- kode etik

- proporsional

- kode etik

Berita adalah karya jurnalistik yang harus mengandung syarat dimana syarat tersebut misalnya liputan 2 sisi, akurasi, dll. Syarat-syarat sebuah berita harus diperhatikan dengan baik. Selain itu juga harus diperhatikan nilai beritanya dan yang termasuk dalam nilai berita yaitu aktualitas, akurasi, keberimbangan, relevansi publik, prominensi, magnitude (kebesaran misalnya korupsi jumlah yang besar, jumlah korban jiwa yang besar, kerugian yang besar), proksimitas, kompetensi sumber, konflik. Seperti salah satu pepatah mengatakan bahwa “bad news as good news”.

Kode etik jurnalistik:

- tidak boleh berprasangkan

- mengandung konfirmasi

- tidak sarkastis, sadistis, pornografis

- menggunakan bahasa yang benar

- berdasarkan fakta

Melihat dari kode etik jurnalisme tersebut, apakah jurnalisme warga telah dilakukan berdasarkan kode etik jurnalisme sementara seperti di blog biasanya sebuah informasi yang disajikan tidak ada wawancara terlebih dahulu ke narasumbernya dan isinya biasanya merupakan opini si pembuat. Jika diteliti lebih dalam informasi yang belum berdasarkan wawancara langsung atau belum dilakukan konfirmasi terlebih dahulu belum bisa disebut berita karena sebuah berita harus di dapatkan berdasarkan fakta yang ada dan sudah mendapatkan konfirmasi dari narasumber agar tidak merugikan pihak manapun yang diberitakan.

Dilema Jurnalisme Warga

Jurnalisme warga mengalami dilema dalam beberapa hal yakni:

  • Kecepatan VS Kelengkapan/kedalaman
  • Partisipatory VS Esensi/ kualitas jurnalistik
  • Ruang Privat VS Ruang Publik
  • Urusan Privat VS Urusan Publik

Dilema perluasan ukuran dan parameter ruang public guna memperkuat perwujudan prinsip-prinsip partisipasi public atau kolonisasi ruang public oleh urusan private. Banyak hal yang tidak menyangkut urusan bersama diruang public.

Jurnalisme warga juga dianggap penting karena:

- keterbatasan ruang untuk partisipasi politik warga

- pemberitaan media yang elitis yakni tidak banyak menyentuh urusan-urusan masyarakat diakar rumputnya.

- pemilihan sumber berita pada pemberitaan media yang selalu berorientasi kepada sumber-sumber elite seperti pemerintah, DPR, pakar, kaum intelektual dan aktivis.

Masyarakat harus selalu menerima diri hanya sebagai penonton. Kurangnya peran aktif masyarakat biasa didalam acara-acara seperti misalnya di dalam talk show. Yang berada didalam talk show biasanya adalah mereka yang merupakan kaum elite dan memiliki tingkat ketenaran dimata masyarakat.

Autisme Media

Autisme media adalah media sebagai ruang publik seharusnya melibatkan publik didalam pemilihan beritanya tetapi ternyata media tersebut hanya melihat dari parameternya sendiri tanpa melibatkan publik padahal tugas media dan hasil kerja media merupakan sesuatu yang diberikan kepada publik. Media merasa paling tahu yang dibutuhkan masyarakat padahal belum tentu berita yang disampaikan sesuai kebutuhan masyarakat atau mungkin saja masyarakat merasa bosan.

Dengan kata lain bahwa autisme media adalah:

- media asik dengan dirinya sendiri

- menentukan skala prioritas pemberitaan pertama-tama berdasarkan agenda, nilai, orientasi dan keyakinannya sendiri bukan berdasarkan minat, kepentingan dan kebutuhan pembaca. Padahal seharusnya media memperhatikan kebutuhan akan informasi dari pembacanya/khalayak.

- media yang tidak benar-benar menyadari pelibatan publik.

Hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan media namun dilakukan biasanya diadukan kepada dewan pers dan pengaduan-pengaduan kepada dewan pers yaitu:

- mayoritas adalah pemberitaan 1 sisi, tidak berimbang, tidak ada konfirmasi, cenderung menghakimi objek berita

- media online menggunakan prinsip follow up news (berita untuk menyanggah berita yang pernah terbit sebelumnya) bahwa konfirmasi narasumber dapat ditunda dan disampaikan pada berita selanjutnya.

- Berkaitan dengan hal-hal mengenai follow up news maka menimbulkan beberapa spekulasi yaitu konfirmasi dilakukan setelah berita sudah turun, adilkah? Bisakah kode etik jurnalistik membenarkan praktek semacam ini? Perlukah disusun parameter baru untuk berita media online atau follow up news itu sendiri? Perlukah ada regulasi baru untuk new media? Apa yang perlu dilakukan?

Jurnalisme warga harus paham bahwa media merupakan ruang publik sosial dengan nilai-nilai bakunya, profesi jurnalis bukan profesi sembarangan, berita bukan informasi 1 sisi seperti gosip namun merupakan informasi dari 2 sisi yang sudah terbukti kebenarannya dan sudah diadakan konfirmasi sebelumnya kepada kedua belah pihak. Ketidak pastian dalam membedakan media komunikasi online yang ada seperti milis, blog, twitter dan facebook sebagai ruang publik atau bukan menyebabkan terjadinya kasus-kasus hanya dikarenakan ketidak tahuan pihak-pihak awam seperti kasus Prita dan Luna Maya. Penegasan akan jawaban apakah media tersebut merupakan ruang publik atau private menjadi sangat diperlukan namun ternyata tidak ada jawabannya.