Senin, 31 Mei 2010

Semiotik

Oleh Bapak Kurnia Setiawan S.Sn, M.Hum


Istilah yang berasal dari kata Yunani seme; semeiotikos; penafsir tanda

yang berarti ‘tanda’‘sign’ dalam bahasa Inggris

adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti: bahasa, kode, sinyal,

dan sebagainya







Perintis awal semiotika adalah Plato yang memeriksa asal muasal bahasa.






Aristoteles mencermati kata benda dalam bukunya Poetics dan On Interpretation.








St. Agustinus (354 – 430) mengembangkan teori tentang signa data

(tanda konvensional). Persoalan tanda menjadi obyek pemikiran filosofis.






William of Ockham, OFM (1285 – 1349) mempertajam studi tanda.

Tanda dikategorikan berdsarkan sifatnya. Apakah ia di alam mental

Dan bersifat pribadi, ataukah diucapkan/ ditulis untuk publik






John Locke (1632 – 1740) melihat eksplorasi tentang tanda akan mengarah pada terbentuknya baiss logika baru. Hal ini tertuang dalam karyanya

“An Essay Concerning Human Understanding (1690)”



SEMIOLOGY

Konsep semiologi diperkenalkan oleh

Ferdinand de Saussure (1857 – 1913),

Berasal dari Swiss yang mengajar sansekaerta dan liguistik sejarah.

Pendekatan Saussure tentang bahasa berbeda dari pendekatan filolog abad 19, dia mengkaji liuistik secara sinkronik, bukan diakronik.

Catatan diterbitkan dalam buku oleh

muridnya ”Cours de Liguistique Generale”

Saussure mendefinsikan tanda liguistik

Sebagai entitas dua sisi (dyad).

Sisi pertama disebut penanda (signifier);

Sisi kedua adalah petanda (signified);

n Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified).

n Penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca.

n Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa

n Terhubungnya sebuah penanda dan petanda hanya dapat dimungkinkan oleh bekerjanya sistem relasi atas kesepakatan (konvensi).

n Tanda dapat bekerja karena ada difference, artinya dia dapat dibedakan dengan tanda – tanda lainnya.

Fenomena bahasa dibentuk oleh dua faktor; parole – ekspresi kebahasaan dan langue – sistem pembedaan di antara tanda – tanda. Struktur konsepsi dasar tentang langue berkaitan dengan kombinasi dan substitusi elemen – elemen bahasa (hubungan paradigmatik-sintagmatik.

Signifier -- spoken word, written word, flag, etc –

something that represents a concept.

Signified -- the concept that the signifer stands for.



Charles Sanders Peirce (1839 – 1914)

seorang filsuf berkebangsaan Amerika,

mengembangkan filsafat pragmatisme

melalui kajian semiotik. Ia mengembangkan

Teori tanda yang dibentuk oleh tiga sisi;

Representamen (tanda)

Objek (sesuatu yang dirujuk oleh tanda)

Interpretant (efek yang ditimbulkan;hasil)

immediate interpretant (makna pertama)

dynamic interpretant (makna dinamis)

final interpretant (makna akhir)

Representamen: the form which the sign takes

Interpretant: not an interpreter but rather the Sense

made of the sign

Object: to which the sign refers



Fenomena tanda

Firstness (perasaan murni) representamen

Secondness (fakta yang muncul dari relasi) Objek

Thirdness (aturan/ wilayah hukum) Interprentant

contoh : Schubert memainkan komposisi



LEVEL TANDA

Tanda yang dikaitkan dengan ground/ representamen

dibaginya menjadi:

Qualisign adalah kualitas yang ada pada tanda (mis. warna hijau)

Sinsign adalah eksistensi aktual benda atau peristiwa / realitas fisik yang nyata. (mis. rambu lalu lintas)

Legisign adalah norma/ hukum yang dikandung oleh tanda (mis. suara pluit wasit)


LEVEL OBJEK

n Ikon adalah tanda yang hubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah. Dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan; misalnya foto.

n Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal atau hubungan sebab akibat, atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan; misalnya asap sebagai tanda adanya api.

n Simbol adalah tanda yang menunjukkan hubungan alamiah antara penanda dengan petandanya. Hubungan di antaranya bersifat arbitrer, hubungan berdasarkan konvensi masyarakat, misalnya kata, bendera

LEVEL INTERPRETANT

n Rheme adalah tanda yang memungkinkan orang menafsirkan berdasarkan pilihan. Tanda tampak bagi interpretant sebagai sebuah keungkinan, misalnya: konsep

n Dicent sign atau dicisign adalah tanda sesuai dengan kenyataan.

Tanda bagi interpretant sebagai sebuah fakta, misalnya: pernyataan deskriptif

n Argument adalah yang langsung memberikan alasan tentang sesuatu. Tanda bagi interpretant sebagai sebuah nalar, misalnya : preposisi


Roland Barthes (1915 - 1980)

Berpandangan bahwa sebuah sistem tanda

yang mencerminkan asumsi-asumsi dari

suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.

Tulisan – tulisan pada majalah Prancis

“Les Letters Nouvelles”, membahas ‘mitologi’

bulan ini. Menunjukan bagaimana aspek

denotatif tanda – tanda dalam budaya pop

yang menyingkap konotatif (mitos – mitos)

yang dibangkitkan oleh sistem tanda

yang lebih luas yang membentuk masyarakat

n Semiologi Barthes, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things).

n Salah satu wilayah penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca (the reader).

“Mitos – mitos yang menyelimuti hidup kita bekerja sedemikian halus, justru karena mereka terkesan benar – benar alami. Dibutuhkan sebuah analisis mendalam, seperti yang dilakukan oleh semiotika.”

n Barthes mengulas apa yang sering disebutnya sebagai sistem pemaknaan tataran ke-dua, yang dibangun di atas sistem lain yang telah ada sebelumnya.

n Sistem ke-dua ini oleh Barthes disebut dengan konotatif, berbeda dari denotative atau sistem pemaknaan tataran pertama.

n Denotasi lebih diasosiasikan dengan ketertutupan makna.

n Konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai ‘mitos’ dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu


Umberto Eco (1932 - )

Seorang sejarahwan, penulis esai,

novelis dan semiotisi dari Italia

“ tanda dapat digunakan untuk

menyatakan kebenaran, sekaligus juga

untuk mengatakan kebohongan.”


Contoh : Iklan rambut palsu, sepatu hak tinggi.



~Carina~

Jumat, 28 Mei 2010

Tugas Individu (Irwan Juanda - 915070072) >>> KOMUNIKASI, SIMBOL & LUKISAN


KOMUNIKASI, SIMBOL & LUKISAN



***
Selama perkuliahan kapita selekta, saya selalu merasa paling tertarik dengan materi yang dibawakan bapak Eduard Tjahjadi yaitu mengenai “SIMBOL & ARSITEKTUR”. Alasannya adalah karena dalam materi itu pikiran saya terbuka mengenai arti simbol dalam suatu bangunan atau karya arsitektur, jadi, bangunan bukan hanya dilihat dari segi estetikanya semata, tetapi dia bisa menjadi representasi dari hal-hal tertentu. Dari situ, saya jadi terpikir apa mungkin simbol itu juga bisa diselipkan dalam karya seni, seperti lukisan misalnya.






Monalisa, The Last Supper, Madonna Of The Rocks, dan lainnya yang pernah saya lihat dan dengar, selalu membuat saya penasaran. “Apa yang membuat lukisan ini begitu fenomenal dan terkenal?” Sayangnya, sang pelukis sendiri tidak pernah memberikan penjelasan pasti apa sebenarnya makna di balik lukisan-lukisan fenomenal mereka. Leonardo Da Vinci, misalnya, atau, memang itu yang diharapkan para pencipta karya-karya tersebut. Membiarkan pikiran orang yang melihat melayang sendiri mencari makna dari lukisan-lukisan tersebut. Lukisan, juga seperti arsitektur, bukan merupakan kesatuan estetika semata. Subjektivisme adalah senjata karya seni. Tidak ada gambaran pasti sebenarnya apa makna yang ingin disampaikan. Monalisa sebagai contohnya, sebagian menganggap Monalisa sebagai gambaran wanita paling cantik, sebagian menganggapnya paling buruk rupa dan menyeramkan. Simbol yang tertera dalam lukisan adalah cermin dengan berbagai dimensi. Bahkan, lukisan Monalisa bisa dijadikan simbol sebagai lambang emansipasi wanita, atau sosok ibu yang penyayang, dan lain sebagainya.
Di sisi lainnya, lukisan juga digunakan sebagai memorial, untuk memperingati sesuatu hal yang penting. Contohnya : The Last Supper (Perjamuan Terakhir). Bahkan sejak zaman dahulu, lukisan sudah digunakan manusia-manusia purba untuk dokumentasi keseharian mereka. Bukti-bukti sejarah seperti lukisan di dinding-dinding gua dan sebagainya seringkali dijadikan acuan akan keberadaan dan aktivitas mereka. Lukisan juga digunakan untuk mengenang tokoh tertentu seperti Napoleon Bonaparte.


"Di zaman modern, lukisan semakin sering digunakan untuk menggambarkan keadaan ironis. Kontras dalam masyarakat. Dan juga untuk menyampaikan suara kalangan yang tertindas. Demikian dapat dilihat bahwa lukisan bukan hanya “hiasan” semata di dinding rumah, tapi dia memiliki fungsi lainnya. Tergantung pikiran orang yang melihatnya."


Oleh : Irwan Juanda (915070072)

Kamis, 20 Mei 2010

Simbol dan Arsitektur

Simbol dan Arsitektur

Dosen : Eduard Tjahjadi

Secara Etymology symbol diambil dari kata:

symbolum (Latin)

symbolonσύμβολον (Greek/Jerman )

Yang berarti : Objek, gambar, tulisan, suara, atau tanda tertentu yang mewakili sesuatu yang lain oleh asosiasi, kemiripan, atau konvensi

Simbol merupakan salah satu cara manusia mengekspresikan sesuatu yang telah berlangsung disemua kebudayaan sepanjang waktu atau mencerminkan intelektualitas, emosi dan spririt manusia.

Simbol juga memungkinkan terjadinya sebagian besar hubungan komunikasi manusia dalam bentuk tertulis maupun verbal, gambar ataupun isyarat dan merupakan bahasa universal lintas budaya dan zaman (David Fontana, The Secreat Language of Symbols, A Visual Key to Symbols and Their Meanings. Chronicle Books, San Francisco, 1994)

Simbol menurut Kenneth Burke described homo sapien as

"symbol-using, symbol making, and [a] symbol misusing animal"

Sekarang kita lanjut kepada penjelasan mengenai arsitektur.

Arsitektur diambil dari kata:

Architectura – Latin

arkitekton, ρχιτεκτονική – arkhitektonike – Greek

yang artinya :

kepala atau pemimpin dan pembangun atau tukang kayu (Τεκτονική) adalah :

seni dan ilmu merancang bangunan dan struktur fisik lainnya

Arsitektur, dalam definisi yang lebih luas yaitu meliputi semua kegiatan desain. Mulai dari level mikro (desain bangunan atau bangun-bangunan, kompleks bangunan, desain furnitur), sampai dengan ke tingkat makro (desain perkotaan: kawasan, bagian kota, arsitektur lansekap).

Saat ini, arsitektur dapat merujuk kepada aktivitas merancang sistem apapun dan sering digunakan dalam dunia TI. Contohnya merancang bangunan baik eksterior maupun interior dengan menggunakan aplikasi 3D max pada laptop atau PC.

Karya arsitektur sering dianggap sebagai :

karya seni

simbol politik dan budaya




Sejarah peradaban manusia sering diidentikkan dengan karya arsitektur yang masih ada sebagai bagian perjalanan peradaban manusia itu sendiri.

Arsitektur lahir dari dinamika antara :

Kebutuhan(tempat tinggal ,Keamanan ,ibadah, dll) ><>

Uraian sederhana berikut preseden, diharapkan dapat membantu memperjelas kualitas penting arsitektur sebagai tanda atau komunikasi. Artinya arsitektur sebagai tanda atau komunikasi (sebuah karya arsitektur yang memiliki arti yang dapat mengkomunikasikan sesuatu).

Vitruvius, arsitek Roma pada awal abad ke-1 Masehi berpendapat, bangunan yang baik harus memenuhi tiga prinsip (De architectura) :

firmitatis - utilitatis - venustatis

daya tahan - berdiri kokoh dan tetap dalam kondisi baik

utility - bermanfaat dan berfungsi dengan baik bagi orang-orang yang menggunakannya

keindahan - menyenangkan orang dan meningkatkan semangat mereka

Dalam banyak peradaban kuno, arsitektur dan urbanisme mencerminkan keterlibatan konstan dengan yang ilahi dan supernatural

Budaya tradisional melibatkan faktor-faktor yang bersifat : fisik, nonfisik

khususnya bersifat simbolik

Simbol-simbol digunakan untuk mengkomunikasikan makna susunan tertentu

(Gerbang dengan berhiaskan patung kuda di atasnya inilah yang menjadi lambang kemenangan. Dimana bangsa yang telah melewatinya adalah simbol dari bangsa yang meraih kemenangan).


Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah".

Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu, yang mempresentasi dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk.

Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas.

Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.

mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud).

Denah lantai berbentuk lingkaran.

Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana.

Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.

Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi.

Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang.

Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha

Kota-kota di Timur Tengah mempunyai suatu struktur yang bertentangan dengan bentuk-bentuk kota di Amerika Serikat

Organisasi kota-kota Muslim dan Yahudi lebih :

membatasi dan mengendalikan perilaku, dengan cara membatasi mobilitas, daripada meningkatkan pergerakan dan perhubungan lalu lintas

Kota-kotanya memiliki sejumlah besar distrik yang spesifik dalam hal etnik, religius, ataupun fungsi

contoh dari Amerika Utara:

Washington, Amerika Serikat: Sistem jaringan ini disusun secara teknis

nilai tertinggi ditempatkan pada mobilitas dan fieksibilitas (Amos Rapoport).

Simbol dan Arsitektur



Karya arsitektur sebagai simbol

kekuasaan

politik

kebangkitan/kejayaan kebangsaan

ekonomi

demokrasi

kemajuan teknologi

sustainability approach

Awal1661, Louis Le Vau (arsitek), Andre Le Notre (Lanskap arsitek), Charles Le Brun (pelukis dekorator), memulai pekerjaan renovasi dan perluasan istana yang ada.

Versailles resmi menjadi pusat pemerintahan pada tanggal 6 May 1682

Sedangkan bangunan-bangunan di Jakarta yang memiliki simbol adalah seperti:

Waterloo Plein – Lapangan Banteng

Patung Singa - Waterloo Plein

Patung Pembebasan Irian Barat - Lapangan Banteng

Monumen Nasional :

ü

luas areal : 80 hektar.

arsitek : Soedarsono dan Frederich Silaban

konsultan : Ir. Rooseno

mulai dibangun Agustus 1959,

diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno.

resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Tujuan pembagunanan tugu : mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945. Terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Bung Karno adalah seorang tokoh sejarah Indonesia yang memegang erat keyakinan untuk memberikan kebebasan beragama di Indonesia. Sehingga ia sengaja membuat bangunan mazjid dengan gereja katedral berdekatan.

Runtunya kejayaan (Simbol demokrasi)

-National Mall, Washington DC

-Reichstag (Bundestag), Berlin

-Bunderan HI, Jakarta


Bahkan saat ini bangunan di manfaatkan sebagai media beriklan. Saat ini banyak terjadi di hongkong.